Rabu, 04 Januari 2012

PENDEKATAN STUDY ISLAM

 A. Pengertian Pendekatan
Dalam Kamus Bahasa Indonesia, pendekatan adalah “1). Proses perbuatan, cara mendekati, 2). Usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti; metode- metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian.Dalam bahasa Inggris, pendekatan diistilahkan dengan:“ approach” dan dalam bahasa Arab disebut dengan “ madkhal ”.
Secara terminology, Mulyanto Sumardi menyatakan, bahwa pendekatan selalu terkait dengan tujuan, metode, dan tekhnik. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan disini adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama.
B. Pendekatan – pendekatan dalam Studi Islam
Untuk lebih jelas berbagai pendekatan tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Pendekatan Antropologis
Dilihat dari definisi, antropologi adalah ilmu yang mengkaji manusia dari aspek cara melakukan aktivitas kebudayaannya.
Pendekatan antropologi dalam memahami agama berangkat dari proposisi bahwa agama tidak berdiri sendiri. Ia selalu berhubungan erat dengan pemeluknya. Karena Setiap pemeluk agama memiliki sistem budaya dan kultur masing-masing. Melalui pendekatan ini, agama tampak akrab dan dekat dengan masalah- masalah yang dihadapi manusia dan berupaya menjelaskan dan memberikan pemecahan masalahnya.
Islam sebagai agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW sampai saatnya kini telah melalui berbagai dimensi budaya dan adat istiadat. Masing-masing negeri memiliki corak budayanya masing-masing dalam mengekspresikan budayanya.
Nilai- nilai keagamaan akan terwujud dalam kehidupan masyarakat. Seperti mengenai agama abangan, priyayi, dan santri adalah kajian mengenai keyakinan- keyakinan agama dalam kehidupan masyarakat Jawa sesuai dengan konteks lingkungan hidup dan kebudayaan masing- masing.
2. Pendekatan Sosiologis
Memahami agama islam dengan pendekatan sosiologi terkait erat dengan bagaimana implikasi, aplikasi dan dampak ajaran agama dalam tata kehidupan yang nyata, baik dalam skala individual, keluarga , kelompok, komunitas maupun bangsa dan negara. Sosiologi dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan, banyak bidang kajian agama yang dapat di pahami jika menggunakan jasa bantuan dari ilmu sosiologi ( karena ajaran agama banyak sekali berkaitan dengan masalah sosial ). Misalnya, bagaimana pengaruh ajaran agama terhadap nilai-nilai luhur, tradisi, kebiasaan-kebiasaan dalam suatu bangsa dan sebagainya. Bagaimana kerjasama antara umat beragama , seberapa jauh ajaran agama mendasari dan menjiwai serta memberikan pedoman dalam kehidupan keseharian umatnya, bagaimana interaksi antara ajaran agama dan ajaran yang bersumber nonagama dan seterusnya. Demikian juga persoalan keterkaiatan antara ajaran agama dengan struktur sosial budaya,kekuasaan, pemerintah,politik, ekonomi dan sebagainya.
Implementasi pengamalan agama antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan juga menjadi hal yang menarik diteliti dari sudut sosiologi. Hubungan sosial masyarakat pedesaan sangat harmonis dan akrab. Namun diperkotaan, suasana seperti ini jarang ditemui.
3. Pendekatan Filosofis
Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta kepada kebenaran, ilmu, dan hikmah. Selain itu filsafat dapat pula berarti mencari hakikat sesuatu. Dari definisi tersebut, dapat diketahui bahwa filsafat pada intinya berupaya menjelaskan inti, hakikat , atau hikmah di balik sesuatu yang berada di luar objek.
Berpikir filosofis, dapat di gunakan dalam memahami ajaran agama, dengan maksud agar hikmah atau hakikat atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami.Pendekatan filosofis yang demikain itu sudah banyak dilakukan oleh para ahli. Misalnya dalam buku berjudul Hikmah Al- Tasyri’ wa Falsafatuhu yang ditulis oleh Muhammad Al- Jurawi. Dalam buku tersebut Al- Jurawi berupaya mengungkapkan hikmah yang terdapat dalam ajaran- ajaran agama Islam. Contoh : Ajaran agama misalnya mengajarkan agar melaksanakan shalat berjamaah. Tujuannya antara lain adalah agar seseorang mersakan hikmah hidup secara berdampingan dengan orang lain.
4. Pendekatan Historis
Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang didalamnya di bahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang, dan pelaku dari peristiwa tersebut.
Pendekatan sejarah dalam memahami agama bertolak dari prinsip bahwa agama memiliki perjalanan sejak ia dilahirkan sampai perkembangannya hingga sekarang. Dalam pejalanan sejarah ada agama yang bertahan sampai saat ini namun ada juga yang hilang ditelan sejarah.
Pendekatan sejarah dalam memahami agama dapat membuktikan apakah agama itu masih tetap pada orientasinya seperti ketika ia baru muncul atau sudah bergeser jauh dari prinsip-prinsip utamanya. Bila hal itu dihubungkan dengan agama islam maka ia dapat dimasukan pada kategori agama yang bertahan konsisten dengan ajaran seperti pada masa awalnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar